Selasa, 18 September 2012
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
FAKULTAS EKONOMI
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
MATA KULIAH : OPERASIONAL KEUANGAN SYARIAH
SKS : 2 SKS
KODE MATA KULIAH : MBB 509
PRASYARAT : Ekonomi ISLAM
SIFAT MATA KULIAH : Wajib.
DOSEN PENGAMPU : Hj. Jeni Susyanti, SE, MM, BKP
SEMESTER : GASAL TH akademik 2012/2013
I. DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah ini berorientasi pada tinjauan lembaga keuangan yang mendasarkan pada sistem ekonomi Islam (syari’ah). Operasional Keuangan Syari’ah sebagai suatu wacana meliputi pembahasan: Bank Syari’ah, Pasar Uang Syari’ah, Reksadana Syari’ah, Asuransi Syari’ah, Pegadaian Syari’ah, Koperasi Syari’ah. Penekanan pada Bank Syari’ah dimaksudkan sebagai upaya untuk mendorong pengembangan Bank syari’ah dengan memperhatikan bahwa mayoritas umat muslim di Indonesia pada saat ini sangat menantikan suatu sistem perbankan syari’ah yang sehat dan terpercaya untuk mengakomodasi kebutuhan mereka terhadap layanan jasa perbankan yang sesuai dengan prinsip syari’ah.
http://www.ziddu.com/download/20374202/1.2012SAPOKS.rtf.html
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
FAKULTAS EKONOMI
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
MATA KULIAH : ANALISA INFORMASI KEUANGAN
SKS : 3 SKS
KODE MATA KULIAH : MKB 310
PRASYARAT : Manajemen Keuangan II (Kons MK)
SIFAT MATA KULIAH : Wajib.
DOSEN PENGAMPU : Hj. Jeni Susyanti, SE, MM, BKP
SEMESTER : GASAL TH akademik 2012/2013
I. DESKRIPSI MATA KULIAH
Analisis informasi keuangan ini merupakan mata kuliah tingkat lanjut. Mata kuliah ini ditempuh oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah dasar keahlian, yaitu Manajemen Keuangan. Analisis informasi keuangan merupakan disiplin ilmu yang menititikberatkan sistem informasi untuk keuangan dan analisis laporan keuangan berbasis teknologi informasi. Dengan demikian, peran strategic dari pengambil keputusan untuk keuangan dapat lebih mudah, tepat dan akurat. Mata kuliah ini mempelajari mengenai (1) pemahaman laporan keuangan; (2) analisis laporan keuangan; dan (3) evaluasi kinerja berdasarkan informasi keuangan yang berperan strategik dalam pengambilan keputusan. Pencapaian tujuan pembelajaran pada mata kuliah ini tidak hanya ditekankan pada materi-materi yang bersifat kognitif (knowledge & abilities), melainkan juga dilengkapi dengan keahlian-keahlian atau ketrampilan-ketrampilan (skills), perilaku-perilaku atau sikap (I) tertentu..
http://www.ziddu.com/download/20373890/SAP-AIK.rtf.html
Senin, 09 Juli 2012
DEVIDEN POLICY
Pembayaran deviden pada hakekatnya merupakan komunikasi secara tidak langsung kepada para pemegang saham tentang tingkat profitabilitas yang dicapai perusahaan. Deviden dapat menggema lebih keras daripada kata-kata. Deviden pada umumnya akan digunakan oleh investor sebagai alat penduga mengenai prestasi perusahaan dimasa akan datang, deviden menyampaikan pengharapan-pengharapan manajemen mengenai masa depan (Van Horne). Dengan demikian, manajer keuangan sebagai orang dalam yang mempunyai jalur informasi monopolistis tentang cash flow perusahaan, sebaiknya memilih untuk menciptakan isyarat komunikasi yang jelas mengenai masa depan perusahaan.
http://www.ziddu.com/download/19883480/3_DevidenPolicy.ppt.html
Kamis, 28 Juni 2012
Long Term Investment Decesion & Valuation
LONG TERM INVESTMENT DECESION & VALUATION
A.
COST OF CAPITAL
Modal adalah dana yang digunakan untuk
membayai aktiva dan operasi perusahaan. Modal
terdiri dari hutang, saham biasa, saham preferen, dan laba ditahan. Perhitungan biaya penggunaan modal sangatlah
penting, dengan alasan:
1. Memaksimalkan nilai perusahaan dengan cara biaya- biaya (termasuk biaya modal)
1. Memaksimalkan nilai perusahaan dengan cara biaya- biaya (termasuk biaya modal)
diminimumkan.
2. Keputusan penganggaran modal (capital budgetting)memerlukan suatu estimasi tentang
2. Keputusan penganggaran modal (capital budgetting)memerlukan suatu estimasi tentang
biaya modal.
3. Keputusan-keputusan lain seperti leasing, modal kerja juga memerlukan estimasi biaya
3. Keputusan-keputusan lain seperti leasing, modal kerja juga memerlukan estimasi biaya
modal
http://www.ziddu.com/download/19787779/2_LongTermInvestmentDeccesion.ppt.htmlAPLIKASI PERHITUNGAN PAJAK PERUSAHAAN DAN PENYAJIAN PAJAK DALAM LAPORAN KEUANGAN
APLIKASI PERHITUNGAN PAJAK PERUSAHAAN DAN PENYAJIAN PAJAK DALAM LAPORAN KEUANGAN
Masalah konseptual dalam Akuntansi untuk Pajak
Penghasilan adalah bahwa Prinsip Akuntansi yang digunakan untuk pelaporan
keuangan (Standar Akuntansi Keuangan) tidak selalu sama atau sejalan dengan
peraturan perpajakan yang digunakan untuk menentukan laba kena pajak. Perbedaan
antara prinsip akuntansi ataupun kebijakan akuntansi yang diterapkan perusahaan
dengan ketentuan perpajakan—yang mengharuskan dilakukan koreksi fiskal—ada yang
bersifat sementara dan ada yang bersifat tetap. Perbedaan inilah yang digunakan
dalam perhitungan laba fiskal perusahaan. Perbedaan tetap adalah merupakan
konsekuensi yang harus diterima sedangkan perbedaan sementara adalah masalah
waktu pengenaan pajak.
Tarif pajak
Tarif pajak yang berlaku saat ini
dan digunakan untuk menghitung kewajiban dan aktiva pajak tangguhan adalah 28%
untuk tahun 2009 dan 25% mulai tahun 2010 dengan memperhatikan fasilitas keringanan berdasarkan Pasal 31E
UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan bagi yang berhak mendapatkan.
Pasal 31E
(1) Wajib
Pajak badan dalam negeri dengan peredaran
bruto sampai dengan Rp50.000.000.000,00
(lima puluh
miliar rupiah) mendapat
fasilitas berupa pengurangan
tarif sebesar 50% (lima puluh
persen) dari tarif
sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 17 ayat (1) huruf b
dan ayat (2a) yang dikenakan
atas Penghasilan Kena
Pajak dari bagian peredaran
bruto sampai dengan
Rp4.800.000.000,00 (empat
miliar delapan ratus juta
rupiah).
(2) Besarnya bagian peredaran
bruto sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat dinaikkan dengan Peraturan Menteri
Keuangan.
http://www.ziddu.com/download/19787647/10.ModulPPhbdn.doc.html
Rabu, 13 Juni 2012
Minggu, 03 Juni 2012
Modul TabelKoreksiFiskal
Penghitungan PPh diakhir tahun bagi WP Badan didasarkan atas LK Fiskal (Laba Rugi Fiskal). Laba rugi fiskal disusun berdasarkan Laba Rugi Komersial yang telah disesuaikan dengan peraturan perpajakan (melalui rekonsiliasi). Rekonsiliasi (penyesuaian) tersebut akan berakibat adanya koreksi fiskal
Hal-hal yang menyebabkan adanya Koreksi Fiskal :
I. Adanya perbedaan antara SAK dengan Peraturan Perpajakan (beda Konsep, Beda Pengukuran dan Beda Metode Pengalokasian/Saat Pengakuan Biaya)
II. Adanya Penghasilan tertentu yang bukan merupakan objek pajak; atau telah dikenakan PPh bersifat final (Official Assessment System)
III. Adanya Kompensasi Kerugian Fiskal
IV. Adanya harga yg tidak wajar karena hubungan istimewa
http://www.ziddu.com/download/19561476/9.ModulTabelKoreksiFiskal.doc.html
http://www.ziddu.com/download/19561477/9.RekOnsiliAsiLKKomErsialkeLKFiskal-Copy1.ppt.html
Hal-hal yang menyebabkan adanya Koreksi Fiskal :
I. Adanya perbedaan antara SAK dengan Peraturan Perpajakan (beda Konsep, Beda Pengukuran dan Beda Metode Pengalokasian/Saat Pengakuan Biaya)
II. Adanya Penghasilan tertentu yang bukan merupakan objek pajak; atau telah dikenakan PPh bersifat final (Official Assessment System)
III. Adanya Kompensasi Kerugian Fiskal
IV. Adanya harga yg tidak wajar karena hubungan istimewa
http://www.ziddu.com/download/19561476/9.ModulTabelKoreksiFiskal.doc.html
http://www.ziddu.com/download/19561477/9.RekOnsiliAsiLKKomErsialkeLKFiskal-Copy1.ppt.html
Langganan:
Postingan (Atom)
